Menapaki Masa Depan Dengan Langkah Iman Di awal tahun baru biasanya diisi dengan pembuatan resolusi-resolusi baru, yang didasarkan pada berbagai informasi tentang situasi sosial-politik-ekonomi yang ada, bahkan tidak sedikit yang dikaitkan dengan prospek perhitungan bintang dan atau tahun shio. Karena itu semua diyakini akan berdampak bagi kehidupan orang dalam berbagai aspek, seperti rumah tangga, bisnis, karier, hubungan sosial, dst. Akhirnya Itu semua turut membentuk persepsi dalam menentukan resolusi-resolusi di masa depan. Dalam era informasi seperti sekarang, memang informasi dapat diakses dengan begitu mudah. Tak seorang pun yang ingin disebut ketinggalan berita karena ada begitu banyak media yang bisa dimanfaatkan untuk menggali setiap informasi. Semuanya ada dalam genggaman tangan yang tersedia di Gadget yang terhubung dengan internet. Namun demikian itu tidak bisa menjadi jaminan kepastian hidup nanti, karena manusia tidak tahu apa yang akan terjadi di depan. Tidak sedikit yang justru dibelenggu perasaan takut, kuatir,cemas, karena berbagai informasi yang mereka ketahui. Ya, masa depan memang masih misteri. Sebagai orang percaya kita meyakini bahwa astrologi, prediksi atau apapun namanya, tidaklah menentukan kehidupan manusia atau bisa membawa keberuntungan. Bagi kita, kehidupan yang lebih baik diperoleh karena anugerah Tuhan. Tuhanlah yang memelihara kehidupan umat-Nya. Dalam salah satu kesaksiannya, pemazmur meyakini bahwa Tuhan memberikan makanan bagi orang-orang yang dikasihi-Nya, justru pada waktu mereka tertidur (Mazmur 127:2). Inilah Langkah Iman, yang berarti bahwa di tengah keterbatasan dan ketidakmampuannya selalu meyakini campur tangan Tuhan dan meyakini karunia-Nya selalu ada-tersedia dalam kehidupannya. Kita harus melangkah dengan iman dalam menjalani hari-hari ke depan. Iman yang kokoh, yang selalu diperbaharui, dan bukan hanya didasarkan pada apa kata orang ataupun pengalaman di masa lalu. Paulus mengatakan “Orang benar akan hidup oleh imannya” (Roma 1:17). Komitmen kita untuk tetap beriman harus semakin kuat dalam situasi atau kondisi apapun. Dengan Langkah Iman akan membuat kita bergerak dari iman kepada iman. Iman yang selalu diperbaharui dengan berbagai situasi dan kondisi. Inilah yang akan membuat rohani kita tetap hidup dan bersukacita di dalam Tuhan. Tidak perlu takut dan gentar menghadapi apa yang ada di depan kita. Kristus Sang terang kehidupan akan selalu menerangi langkah-langkah umat-Nya. Tetaplah berjalan dengan Tuhan, melangkah dari iman kepada iman. Jangan kalah dengan tantangan dan halangan yang ada. Masuki tahun baru ini dengan iman yang terus diperbarui yang akan memampukan kita menghadapi setiap tantangan yang ada. Imanuel

KUMPULAN KATA MENGUCAPKAN SELAMAT MEMASUKI TAHUN BERSAMA TUHAN

   Ucapan Selamat Tahun Baru dan Kata-Kata Motivasi Penuh Semangat dalam Menyambut Tahun 2022

Santya 27 Desember 2021, Memasuki akhir tahun 2021, kalian bisa gunakan beberapa ucapan Selamat Tahun Baru dan kata-kata motivasi penuh semangat Berikut akan diberikan beberapa ucapan selamat tahun baru dan kata kata motivasi dalam menyambut tahun 2022. Tahun baru 2022 hanya tinggal beberapa hari lagi, meskipun tahun baru kali ini masih dalam suasana pandemi Covid-19 tetapi hal tersebut tidak boleh membuat semangat kita luntur dalam menyambut tahun baru 2022. Tahun baru 2022 tetap bisa dirayakan di rumah saja bersama dengan keluarga, teman, sahabat, atau pacar. Baca Juga: 15 Ucapan Selamat Hari Ibu 2021 Untuk Dibagikan ke Media Sosial Berikut akan diberikan beberapa ucapan dan kata kata motivasi penuh semangat dalam menyambut tahun baru 2022 yang sudah dilansir info semarang raya dari berbagai sumber

. 1. Selamat tahun baru 2022. Semoga tahun ini memberi kita semua kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan.

2. Selalu ada jalan bagi mereka yang sering berusaha. Maka, janganlah berhenti berharap dan berusaha. Selamat tahun baru 2022. Semoga tahun ini menjadi tahun terbaik.

3. Tahun baru 2022 akan segera tiba. Semoga tahun baru 2022 menjadi masa depan yang lebih baik bagi kita semua. Semoga tahun 2022 menjadi lebih aman dan sehat, sehingga kita dapat berkumpul bersama

. 4. Semoga tahun baru ini bisa membawa semua hal-hal baik di dalam hidup. Kita sudah melalui tahun yang luar biasa dan kita akan mendapatkan hal-hal yang luar biasa di tahun depan. Selamat Tahun Baru 2022. 5. Kita memang tidak bisa mengendalikan angin saat sedang berlayar. Tapi kita bisa menyesuaikan layarnya. Selamat berlayar ke tujuan yang baru. Selamat Tahun Baru 2022

Editor : Yabet Degei S.T

Nabire Tgl 29/ 12 2022

KUNCI UNTUK MENGASHI TUHAN HAUS AKAN FIRMAN

Apa sebenarnya rahasia supaya kita dapat mengasihi Tuhan kita?bukankah ini yang menjadi kerinduan anak-anak Tuhan khususnya gereja Tuhan yang sedang haus dan lapar akan Tuhan pada akhir zaman ini, saya berdoa melalui artikel ini anda pun dapat merasakan Kasih dan hadirat Tuhan yang begitu luar biasa yang saya juga rasakan hari ini. saya berdoa supaya Roh kudus berbicara kepada hati dan pikiran anda hari ini. Dalam Matius 22:37 jawab Yesus:

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan SEGENAP HATIMU dan dengan SEGENAP JIWAMU dan dengan SEGENAP AKAL BUDIMU.”    Disaat kita menerima ayat diatas, apa yang langsung terlintas dalam pikiran kita ? Mungkin anda mengatakan, Tuhan saya rindu untuk dapat mengasihi Engkau, tapi seringkali saya gagal, seringkali saya  mengecewakan Engkau, sering kali saya jatuh dalam dosa saya, saya merasa saya tidak layak, begitu banyak kekurangan saya, saya selalu merasa saya gagal memberi yang terbaik dalam pelayanan saya,  bahkan saya gagal menjadi contoh dalam keluarga saya. Kenapa saya selalu gagal, setiap kali saya memperbaharui komitmen saya untuk mengasihi Engkau. tapi itu hanya bertahan sebentar dan begitu cepat hati saya berubah terhadap Engkau. Mungkin sudah tak terhitung berapa kali saya berusaha untuk mengasihi Engkau dan saya gagal. bahkan saya malu datang  mengatakan ” Tuhan berikan saya kesempatan sekali lagi untuk saya dapat mengasihi Engkau”, bukankah ini yang seringkali kita hadapi dalam kita mengikut Tuhan. Beberapa hari yang lalu saya berdiam diri dan merenungkan semua ini, dan Tuhan berbisik dalam hati saya, “Aku mengasihi Engkau anakku”, hati saya menangis mendengar bisikkan itu, saya bertanya ” Tuhan berikan saya tau bagaimana supaya saya dapat mengasihi Engkau, saya terus berdoa, dan sampai di satu titik saya menyadari “Aku mengasihi Engkau anakku” merupakan jawaban yang saya cari selama ini.  “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” 1 Yohanes  4:10 “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” 1 Yohanes 4:19 Saya akan membagikan kepada anda suatu rahasia yang Tuhan tunjukan kepada saya untuk saya dapat mengasihi Dia. 1. Kita Tidak dapat mengandalkan kekuatan kita sendiri untuk kita mengasihi Tuhan. 

Tidak seorangpun yang mampu, siapa yang dapat mengatakan kalau setiap hari saya dapat menaati 10 Perintah Allah, Firman Tuhan mengatakan, kalau kita mengasihi Allah, kita akan menaati FirmanNya. Sudahkah anda berhasil, percaya lha semakin Anda mencoba untuk membuktikan bahwa anda ingin mengasihi Allah, semakin sering anda akan menemukan diri anda gagal.Petrus dan Yohanes merupakan salah satu contoh di Alkitab untuk kita dapat menemukan rahasia itu. dalam perjalanan saya mengikut Tuhan saya selalu melihat ada orang orang yang begitu antusias mengikut Tuhan, mereka selalu hancur hati setiap kali mereka menyembah Tuhan, mereka adalah orang paling semangat dalam melayani Tuhan, tapi pada akhirnya mereka mundur dan meninggalkan Tuhan. saya tidak melihat mereka lagi didalam pertemuan-pertemuan, apakah ada yang salah mengenai sikap mereka, tidak ada yang salah menurut saya, namun saya juga melihat orang-orang yang biasa yang mengikut Tuhan, mungkin mereka tidak begitu kelihatan, tidak terlihat begitu antusias, mereka biasa saja, tapi justru sebaliknya mereka yang bertahan dan setia, kenapa ? apakah salah kalau kita berantusias mengikut Tuhan, tidak saudara, tidak semua orang yang antusias meningalkan Tuhan, dan tidak semua orang yang biasa pasti setia, tapi ada sesuatu yang penting yang dimiliki mereka, pertanyaannya kenapa orang yang kelihatanya biasa  dan tidak terlalu menonjol itu tetap setia, jawabannya ada terletak didalam hati mereka, didalam hati mereka yang paling dalam mereka tau Tuhan sangat mengasihi Mereka. inilha yang membuat mereka untuk tetap setia dan terus berjalan sekalipun seringkali mereka gagal, mereka harus mengalami banyak tantangan hidup yang mungkin tidak seorangpun yang tau apa yang mereka hadapi tiap-tiap hari.

tapi mereka mengerti suatu kebenaran bahwa kegagalan mereka tidak akan mengurangi ataupun menambah kasih Tuhan kepada mereka. Tuhan tetap mengasihi apapun kondisi mereka. hari ini maupun besok. Melalui Petrus dan Yohanes kita dapat melihat suatu perbedaan yang selama ini saya tidak sadar. Petrus dikenal orang yang paling cepat berinisiatif bahkan orang yang selalu pertama meresponi apa yang Tuhan katakan. Ia adalah satu-satunya murid yang meminta untuk berjalan diatas air. dan pada waktu Tuhan Yesus bertanya kepada murid-muridnya siapakah Dia menurut mereka, dan Petrus yang pertama kali menjawab, “benar Tuhan bahwa Engkau adalah mesias.”pada waktu Yesus berada di bukit Zaitun bersama-sama dengan mereka, dan Yesus memperingati mereka bahwa iman mereka akan goncang karena sebentar lagi Dia akan disalib dan apa respon Petrus mendengar hal itu, A. Tuhan saya tidak akan menyangkal Engkau sekalipun semua orang menyangkal Engkau B Tuhan sekalipun iman mereka goncang, sekali-kali saya tidak akan goncang imannya C. Tuhan saya rela mati dan dipenjara demi Engkau    Disaat saya merenungkan hal ini, hati saya menangis dan sedih, karena seringkali juga kita sama seperti Petrus, dan kita tau Akhirnya Petrus gagal membuktikan kesetiaannya,  bahkan bersumpah dan mengutuk bahwa dia tidak pernah mengenal Yesus! tapi puji Tuhan akhirnya Petrus bertobat dan kembali kepada Tuhan karena dia tau bahwa “Tuhan sangat mengasihi Dia.”  Kenapa mengasihi Allah begitu penting, perhatikan baik baik 2 kalimat di bawah ini : Mudah bagi kita untuk berkata: “Tuhan Aku mengasihi Engkau,” disaat semua kondisi hidup kita baik. B. Namun sangat sulit untuk berkata, “Aku mau tetap mengasihi Engkau Tuhan, sekali-pun kondisi hidupku sangat sulit.” Apa yang membuat perbedaan diantara keduanya? perbedaannya adalah hanya mereka yang mengasihi Allah yang akan bertahan dalam pencobaan. kenapa begitu banyak orang yang pertama kali mengikut Tuhan mereka begitu berantusias, tapi akhirnya mereka mulai mundur dan meninggalkan Tuhan, karena mereka lupa satu hal yang penting,“Tuhan mengasihi mereka bukan dari apa yang mereka dapat lakukan, tapi karena kita adalah anakNya”dalam Yakobus 1:12b dikatakan “…sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” inilah alasan kenapa apa yang saya bagikan kepada anda sangat penting untuk anda mengerti. 2. Kita harus menyadari bahwa Tuhan yang terlebih dahulu mengasihi kita Yohanes:Adalah Murid yang dikasihi YesusTernyata kalimat ini tidak akan kita temukan di kitab lain selain di kitab Yohanes. Yohanes yang menulis kalimat ini “Yohanes Adalah Murid yang dikasihi Yesus” Kenapa Yohanes menulis seperti itu apakah Yohanes kegeeran sehingga dia menyebut dirinya murid yang dikasihi, apakah Tuhan Yesus pilih kasih, apakah Tuhan mengasihi Yohanes dibanding murid yang lain, saya pun sempat berpikir demikian, sehingga saya pikir “Tuhan saya mau sekali seperti Yohanes. saya mau saya di kasihi oleh Tuhan,” Beberapa Tahun lalu tepatnya saya masih duduk di bangku SMP saat itu, saat itu pertama kali saya bertemu dengan Tuhan, dan setelah beberapa lama saya mengikut Tuhan saya harus diperhadapkan dengan 2 pilihan yang cukup berat bagi saya saat itu, mengikut Tuhan atau meningalkan semua kehidupan saya yang lama. itu berarti termasuk meningalkan teman-teman, sahabat, dan kesenangan saya sebagai orang muda waktu itu.   

Namun puji Tuhan ada suatu kekuatan yang begitu besar dan berkuasa yang membuat saya memutuskan untuk tetap mengikut Tuhan dan meninggalkan teman-teman dan kehidupan saya yang lama. saya mau anda merenungan ayat di bawah ini sebelum anda melanjutkannya. Yohanes 15:13 berkata “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Firman Tuhan ini  begitu kuat dan berkuasa. sehingga membuat saya mempunyai alasan yang kuat kenapa saya harus memilih Tuhan. Inilha titik awal perubahan terjadi didalam hidup saya, tiba-tiba hati saya berubah menjadi begitu haus untuk lebih mengenal Dia, hanya untuk saya dapat mengenal Dia (Yesus), saya rela membayar harganya, mungkin tidak perlu saya menceritakan satu persatu harga apa saja yang saya bayar, anda dan saya pasti tau bahwa untuk mengenal Dia banyak hal yang harus kita lepaskan,. tapi kalau saya melihat kebelakang, mungkin bagi beberapa orang bingung melihat hidup saya saat itu, bahkan keluarga saya pun terheran-heran melihat perubahan saya. saya menjadi berubah, saya menjadi suka menyembah Tuhan dalam kamar saya, saya senang berdoa kepada Tuhan setiap kali saya pulang sekolah, setiap kali saya pulang dari sekolah saya langsung masuk ke kamar saya, saya tengelam dalam hadirat Tuhan berjam-jam, saya terus menyembah dan berbicara kepada Tuhan, saya begitu berantusias kegereja, saya menjadi berbeda, dan saya membuat kebingungan banyak orang, pertanyaannya sekali lagi KENAPA itu bisa terjadi kepada orang yang hatinya begitu keras? sekali lagi jawabannya KARENA ADA SESEORANG YANG MENGATAKAN KEPADA SAYA, ADA SEORANG PRIBADI YANG RELA DISIKSA, DIHINA DAN DISALIB BAHKAN MEMBERIKAN NYAWANYA, HANYA UNTUK BISA MENYELAMATKAN SAYA. mengertikah saudara bagaimana perasaan saya saat itu, seorang anak yang hidup dalam keluarga yang broken home, hidup hanya berusaha untuk mencari sebuah tempat atau komunitas supaya saya dapat di terima, saya pernah bertanya kepada Tuhan pada saat saya belum bertemu dengan Tuhan, bahkan saya juga tidak tau apakah Tuhan itu benar benar ada atau tidak saat itu, pada siang hari itu di saat saya baru pulang dari sekolah saya, saya masuk kedalam kamar saya dilantai 2, kebetulan disana tidak ada orang hanya saya sendiri, saya mengunci kamar saya, dan saya seorang diri disana, tiba-tiba ada perasaan begitu sedih dan menyesal bahkan marah dalam hati saya saat itu, dikamar itu saya mengungkapkan hati saya, saya bilang ” Tuhan kenapa saya ada di dunia ini, kenapa saya di ciptakan Tuhan, untuk apa saya ada disini, lebih baik saya mati dari pada saya tidak tau untuk apa saya ada didunia ini, kenapa saya lahir dalam keluarga yang seperti ini, tidak ada yang mau menerima saya. kalau Engkau memang benar benar ada, Jawablha saya Tuhan, Jawab saya!!! kenapa Engaku tidak mau menjawab, biarkan saya mati saja sekarang , dan saya memukul-mukul badan saya dengan keras saat itu , saya benci dengan hidup saya, biarkan saya menghilang dari dunia ini. Lebih baik saya tidak pernah ada di dunia ini dan tidak pernah di lahirkan, saya sudah tidak tahan hidup seperti ini, beritau saya untuk apa sebenarnya saya ada di dunia ini.” setelah begitu lama saya menunggu dan tidak ada jawaban, akhirnya saya tertidur dengan air mata yang terus mengalir dalam wajah saya.  Keesokan harinya saya tetap melanjutkan kehidupan normal seperti biasa, saya berangkat ke sekolah dan setelah sampai disekolah , saya tidak pernah berpikir bahwa seruan saya didengar kemarin dan membuat Tuhan datang kepada saya pagi itu, saya bahkan sudah tidak mengingat apa yang saya lakukan kemarin. Tapi Tuhan tidak lupa, Dia mengirim seseorang yang tidak saya kenal pagi itu, orang itu seakan-akan menunggu saya di sana, tiba-tiba saya diberikan undangan untuk menghadiri sebuah KKR kebangunan rohani, dan yang membuat saya lebih bingung lagi kenapa saya harus tiba-tiba merima undangan itu. dan mengatakan saya akan datang, namun siapa sangka saat itulah pertama kali saya bertemu dengan Tuhan. setelah 16 tahun tepatnya saya mengikut Tuhan, Tuhan berbicara dalam doa saya, disana Dia mengingatkan saya kembali, bahwa pada saat di kamar yang gelap itu, Dia ada dan Dia mendengar jeritan hati saya, mungkin sudah lama Dia menunggu saya, mengamati saya, saya masih ingat betul pada pagi itu di saat saya sampai di sekolah, saya tidak masuk dari pintu utama sekolah yang biasa saya lalui, tapi hari itu saya memutuskan untuk masuk dari pintu samping, jarang sekali orang-orang melewati pintu samping untuk masuk kesekolah, tapi Tuhan mengirim orang untuk menunggu saya di lorong itu.” saudara saya mau katakan dimanapun anda berada sekarang, Tuhan itu ada, Dia ALLAH yang hidup, Dia mendengar seruan kita, Dia mengasihi Engkau sama seperti Dia mengasihi saya” Dari kesaksian saya diatas, anda dapat melihat bagaimana mungkin saya bisa berubah menjadi begitu haus dan bahkan mau membayar harganya untuk meninggalkan kehidupan saya yang lama hanya untuk memilih mengikuti Tuhan, kuncinya adalah pada saat saya tau ada Seorang Pribadi yang sedemikan mengasihi saya dan mau memberikan Hidupnya untuk saya.   Jadi saudara Tuhan Yesus Mengasihi semua murid-muridnya, sama seperti Dia mengasihi Yohanes.Tetapi apa yang membedakan Yohanes dengan murid-murid yang lain bukan karena Yohanes lebih baik tapi karena: Yohanes TAHU bahwa Tuhan Yesus sangat MENGASIHI DIA, SAMA SEPERTI DIA MENGASIHI MURID-MURID YANG LAIN.    Apakah saudara mengerti, tidak ada yang lebih di kasihi dimata Tuhan, Tuhan mengasihi semua orang. seperti Dia mengasihi Yohanes, Dia juga mengasihi saya dan Dia juga mengasihi Engkau dengan kasih yang sama Sekarang kita lihat apa yang terjadi pada Yohanes? Yohanes tetap setia mengikuti kemanapun Yesus pergi. Bahkan ketika Yesus di tangkap pada malam itu, Yohanes tetap setia mengikuti Yesus bersama para wanita dan sampai Yesus tergantung di kayu salib, YOHANES ADALAH SATU-SATUNYA MURID yang menunggui-Nya di kaki salib itu! Ketika murid-murid yang lain meninggalkan Yesus, YOHANES TETAP SETIA BERSAMA YESUS.  “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya : “Ibu, inilah, anakmu!” (Yohanes 19:26) Yesus menitip Maria ibunya kepada Yohanes, bahkan Yohanes di percayakan mengembalakan 7 jemaat di Asia kecil sampai Dia meninggal.   Kita tidak akan bisa mengasihi (Tuhan dan orang lain) jika Saudara tidak mengetahui bahwa Allah sangat mengasihi Saudara. Jangan pernah memfokuskan kasih Saudara untuk Allah, TETAPI FOKUSKAN LHA KASIH ALLAH YANG LUAR BIASA BESAR ITU KEPADA SAUDARA.  Kita dapat mengasihi Allah, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita kalau anda bertanya, Bagaimana saya tau bahwa Tuhan mengasihi saya juga? “JANGAN PERNAH MELUPAKAN KEBAIKANYA” Mazmur 103 :1-5   “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.” Saya berharap Artikel ini membuat perjalanan anda untuk mengasihi Tuhan menjadi berbeda. Jangan pernah lupa bahwa ada seorang yang begitu mengasihi kita. saya percaya saudara juga pernah mengalami pengalaman-pengalaman yang tidak pernah saudara bisa lupakan disaat saudara pertama kalinya berjumpa dengan Pribadi itu, pesan saya JANGAN PERNAH MELUPAKAN ITU.  Karena itu yang membuat kita  mengasihi Dia sampai Tuhan datang, Tetap setia

Renungan

Oleh Adolof Elisa Gobai

MENGENAL YANG BENAR DAN TINGGAL DIDALAM YANG BENAR Oleh Adolof Elisa Gobai Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. (1Yoh.5:20) Mengenal Yang Benar Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh.14:6) Kebenaran Yang diimani adalah seluruh Kebenaran Firman Tuhan dalam Alkitab sebagai Pedoman Iman Kristen dan Tuhan Yesus Yang Adalah Kebenaran Yang Hidup itu sendiri. “ Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.” (Ef.2:19-22) “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2Tim.3:16) Berada di dalam Yang Benar Cara Mengenal yang Benar adalah Seseorang harus berbalik kepada Tuhan Yang Hidup dan  Beriman kepada-Nya. “ Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.” (2Tim.3:16-17) “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibr.11:6) Keuntungan Tinggal di dalam Yang Benar Tinggal Bersama Tuhan Yesus “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wahyu 3:20) Menjadi Milik Bapa Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. “Doa-doanya di Jawab Tuhan Yesus. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yoh.15:7) Hidup  Berdamai dengan Semua Orang “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman.” (Yes.32:17-18) Mendapatkan Hidup Kekal “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” (Yoh.5:24) Hidup dalam Kemerdekaan “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”  (Gal.5:1) Sebagai penutup, ada tiga hal yang menjadi penekanan dalam refleksi Minggu ini . Yaitu, Mengenal Yang Benar, Tinggal di dalam Yang Benar, dan Berbuah dalam Yang Benar. Mengenal yang benar Dialah Tuhan Yesus Kristus. Karena Anugerah-Nya seseorang bisa mengenal yang benar. Hanya ketika hati seseorang berbalik kepada Tuhan dan beriman kepadanya, maka dia akan mengenal yang benar dan Tinggal di dalam Yang Benar. Tuhan akan mengangkat selaput dari matanya dan dia mengenal Yang  Benar secara benar. Kebenaran itu menghidupkan, membebaskan, memerdekakan, memberi masa depan yang penuh harapan dan kepastian, serta menerima janji-janji Tuhan. Amin Bersama Yikobi Gobai

MENGENAL YANG BENAR DAN TINGGAL DIDALAM YANG BENAR

Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita,

supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus.

Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. (1Yoh.5:20) Mengenal Yang Benar Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.

Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh.14:6) Kebenaran Yang diimani adalah seluruh Kebenaran Firman Tuhan dalam Alkitab sebagai Pedoman Iman Kristen dan Tuhan Yesus Yang Adalah Kebenaran Yang Hidup itu sendiri. “

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.” (Ef.2:19-22) “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2Tim.3:16) Berada di dalam Yang Benar Cara Mengenal yang Benar adalah Seseorang harus berbalik kepada Tuhan Yang Hidup dan  Beriman kepada-Nya. “

Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.” (2Tim.3:16-17) “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.

Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibr.11:6) Keuntungan Tinggal di dalam Yang Benar Tinggal Bersama Tuhan Yesus “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok;

jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wahyu 3:20) Menjadi Milik Bapa Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. “Doa-doanya di Jawab Tuhan Yesus.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yoh.15:7) Hidup  Berdamai dengan Semua Orang “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman.” (Yes.32:17-18) Mendapatkan Hidup Kekal “Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” (Yoh.5:24) Hidup dalam Kemerdekaan “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”  (Gal.5:1) Sebagai penutup, ada tiga hal yang menjadi penekanan dalam refleksi Minggu ini

. Yaitu, Mengenal Yang Benar, Tinggal di dalam Yang Benar, dan Berbuah dalam Yang Benar. Mengenal yang benar Dialah Tuhan Yesus Kristus. Karena Anugerah-Nya seseorang bisa mengenal yang benar. Hanya ketika hati seseorang berbalik kepada Tuhan dan beriman kepadanya, maka dia akan mengenal yang benar dan Tinggal di dalam Yang Benar. Tuhan akan mengangkat selaput dari matanya dan dia mengenal Yang  Benar secara benar.

Kebenaran itu menghidupkan, membebaskan, memerdekakan, memberi masa depan yang penuh harapan dan kepastian, serta menerima janji-janji Tuhan. Amin

Bersama Yikobi Gobai

SEBUAH REFELEKSI TENTANG . BERSUKACITA KUNCI MENGATASI TEKANAN DAN KESULITAN HIDUP ( Filipi 4:4)

Bersukacita : Kunci Mengatasi Tekanan dan Kesulitan Hidup Filipi 4: 4

“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan ! Sekali lagi kukatakan : Bersukacitalah!”. Sukacita sejati bukanlah yang berasal dari apa yang kita alami,sukacita berasal dari Tuhan.

Sukacita karena Tuhan itulah yang menjadi perlindungan kita (baca : Nehemia 8:11b).  Alkitab, Firman Tuhan memberikan perintah untuk bersukacita. Apabila Tuhan memberikan perintah dan perintahnya diulang dua kali maka perintah itu adalah penting.

Perintah untuk bersukacita adalah perintah penting. Sukacita karena Tuhan inilah yang memberikan sebentuk kekuatan tertentu yang memampukan kita bertahan bahkan keluar sebagai pemenang ditengah kesulitan apapun. Sukacita karena Tuhan inilah jalan masuk bagi Tuhan untuk memberikan apa yang kita inginkan (baca: Mazmur 37:4).

Bisakah kita benar-benar bersukacita di dalam segala keadaan ?. Alkitab mengajarkan strategi berikut ini : 1.Janganlah kuatir tentang apapun juga. Kekuatiran tidak dapat mengubah apapun juga. Berjerih lelah dan bersusah hati tanpa melakukan apapun,itu kekuatiran. Tidak ada apa pun yang bisa dihasilkan dari kekuatiran.

Kekuatiran adalah respons dari hasil pembelajaran dan latihan. Kita belajar kuatir dari; orang tua;pasangan;sahabat; atau dari pengalaman hidup.Ada kabar baiknya.

Karena kuatir adalah hasil dari pembelajaran maka kita bisa belajar untuk tidak mudah kuatir.

Bagaimana belajar untuk tidak menjadi kuatir ?. Tuhan Yesus berkata: “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri .

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34). Maksud-Nya “Janganlah membuka payung, kecuali hujan turun”.

Jangan kuatir akan hari esok.Nikmatilah hidup hari ini pada saat ini juga. Lakukanlah sesuatu yang bisa Anda kerjakan sekarang,serahkanlah hasilnya kepada Tuhan. Lakukanlah apa yang menjadi bagian tanggung jawab kita dan serahkan kepada Tuhan apa yang menjadi bagian dan tanggung jawab Tuhan yaitu : hasil dari pekerjaan kita!.

Berdoalah untuk Segala Sesuatu. Selanjutnya sebagai ganti kuatir, gunakanlah waktu kita untuk berdoa kepada Tuhan.

Apabila kita berdoa sebanyak apa yang kita kuatirkan, maka kekuatiran kita akan berkurang; damai sejahtera akan memenuhi hati dan pikiran kita.

Beberapa orang berpikir bahwa Tuhan hanya peduli akan urusan-urusan rohani saja, seperti berapa banyak orang yang telah saya undang datang ke gereja atau masalah-masalah pelayan gereja.

Apakah Tuhan menaruh perhatian atas keuangan kita? Atas kesehatan kita? Atas masa depan study anak-anak kita? Jawabannya: Ya, Dia peduli atas setiap rincian hidup Anda; itu berarti bahwa Anda bisa membawa semua masalah Anda kepada Tuhan lewat doa.

.Ucapkanlah Syukur kepada Tuhan atas segala sesuatu.Setiap kali kita berdoa, kita harus menyertakan ucapan syukur di dalam doa-doa kita.Apabila kita melatih diri kita untuk mengucap syukur kepada Tuhan; maka hal ini akan dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Kita akan menjadi lebih kuat dalam menghadapi stres atau tekanan hidup dan tidak mudah terserang penyakit.Mengucap syukur akan membuat hidup menjadi lebih berbahagia.

Orang yang tidak tahu mengucap syukur adalah orang yang menderita dan tidak berbahagia hidupnya. Mereka tidak pernah merasa puas.

Tidak pernah merasa cukup. Apabila kita melatih kebiasaan mengucap syukur dalam segala hal, maka kita sedang mengurangi stress di dalam hidup kita. 4.Pikirkanlah Hal-hal yang Benar.Jika kita ingin mengurangi stres dalam hidup kita, kita harus mengubah cara kita berpikir akan menentukan perasaan kita.

Dan perasaan kita akan menentukan tindakan kita. Alkitab mengajarkan bahwa jika kita mau mengubah hidup kita, kita perlu mengubah apa yang selalu kita pikirkan. Kita sendiri harus memutuskan untuk memikirkan hanya hal-hal yang benar dan sedap didengar.

Sebab akar penyebab stres adalah karena kita memilih cara berpikir yang salah; cara berpikir yang membesar-besarkan kekuatiran; cara berpikir yang negatif, yang mana semua itu bisa membuat kita menjadi stres.Kita perlu menaruh perhatian dan memikirkan janji firman Tuhan; mengingat kebaikan Tuhan atas hidup kita.

Apakah hasilnya bila kita tidak KUATIR, BERDOA untuk SEGALA SESUATU ,MENGUCAP SYUKUR dan BERFOKUS kepada HAL-HAL yang BENAR ?. Rasul Paulus memberitahu kita hasilnya adalah “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal , akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus”. (Filipi 4:7).

Bersama Yikobi Gobai

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai